|
Bahwa
sesungguhnya Bangsa Indonesia telah melintasi
gelombang pasang naik dan pasang surut, menghela
beban berat penjajahan, penindasan dan
pengkhianatan. Tahap demi tahap perjuangan panjang
mengantarkan bangsa ini ke gerbang kemerdekaan dan
kedaulatan, yang pada mulanya dicitakan untuk
mewujudkan negara yang melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia untuk
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan
bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial, sesuai dengan semangat Proklamasi
1945. Namun selama lima dekade berikutnya, garis
sejarah itu mengalami berbagai penyimpangan,
sehingga cita-cita besar bangsa menjadi kabur.
Kejatuhan rejim Orde Lama, diikuti dengan
keruntuhan rejim Orde Baru, merupakan tragedi yang
seharusnya menyadarkan kembali bangsa ini akan
cita-cita luhurnya semula. Seluruh kekuatan bangsa
wajib bergandeng tangan dengan landasan
persaudaraan, keadilan, dan berpacu dalam kebaikan,
seraya meninggalkan permusuhan, kedhaliman, dan
pertikaian antar kelompok.
Gerakan mahasiswa, yang disokong penuh rakyat
Indonesia, telah mengobarkan "Reformasi Mei
1998" sebagai peretas jalan bagi terbentuknya
"Orde Reformasi"; orde yang diikat dengan
nilai-nilai fitri kemanusiaan berupa keimanan,
moralitas, kemerdekaan, persamaan, kedamaian, dan
keadilan. Berkat rahmat Allah SWT, kemudian dipicu
semangat reformasi, tercetuslah momentum untuk
membangun kembali negeri yang besar ini, dengan cara
pandang yang benar dan meninggalkan segala bentuk
kesalahan generasi terdahulu. Mari bersatu dalam
kebenaran untuk mengisi lembaran sejarah baru agar
bangsa Indonesia senantiasa berdiri tegak dan
berperan serta dalam mewujudkan masyarakat
international yang berperadaban.
Kejayaan atau kehancuran suatu negeri merupakan
buah dari kepatuhan atau keingkaran penduduknya
terhadap nilai-nilai religius dan universal,
terutama nilai keadilan. Pada titik ini fitrah
insani bertemu dengan tuntutan reformasi dan peluang
demokratisasi. Maka perjuangan menegakkan keadilan
pun menjadi keharusan, sebagai manifestasi misi
utama Islam untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Demi mewujudkan cita-cita sejati Proklamasi,
mengisi kemerdekaan, mempertahankan kedaulatan dan
persatuan, serta berbekal semangat reformasi dan
dukungan umat dari berbagai daerah, kami selaku anak
bangsa dengan ini mendeklarasikan berdirinya PARTAI
KEADILAN.
Semoga Allah Yang Maha Kuasa membimbing dan
memberi kekuatan untuk menegakkan keadilan,
mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh
bangsa Indonesia.
"... Berbuat adillah, karena adil itu
lebih dekat kepada taqwa ..." (Al-Maidah: 8)
Dinyatakan
di Jakarta
Ahad, 15 Rabi'ul Tsani 1419 / 9 Agustus 1998
Dewan
Pendiri
PARTAI KEADILAN
|
Dr.
M. Hidayat Nurwahid, M.A.
Ketua
|
Luthfi
Hasan Ishaaq, M.A.
Sekretaris
|
Anggota
|
Dr.
Salim Segaf Aljufri, M.A.
Dr. Mulyanto, M.Eng.
Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Isma'il, M.Sc.
Drs. Abu Ridho, A.S.
Mutammimul Ula, S.H.
K.H. Abdul Hasib, Lc.
Fahri Hamzah, S.E.
Dr. Daud Rasyid Sitorus, M.A.
Dr. Agus Nurhadi
Igo Ilham, Ak.
Chin Kun Min (al-Hafizh)
Drs. Arifinto
Nursanita Nasution, S.E., M.E.
H. Rahmat Abdullah
Dr. Ahmad Satori Ismail
Ir. Untung Wahono
Ir. Suswono
Mashadi
Dra. Sri Utami
Nurmansyah Lubis, S.E., Ak., M.M.
dr. Naharus Surur
Drs. Muhroni
Drs. H. Suharna S., M.S.
H.M. Ihsan Arlansyah Tanjung
|
H.
Aus Hidayat
Ir. H. Tifatul Sembiring
Drs. Al Muzammil Yusuf
Drs. Mukhlis Abdi
Maddu Mallu, S.E., M.B.A.
H.M. Nasir Zein, M.A.
K.H. Acep Abdus Syakur
Dr. Ahzami Samiun Jazuli, M.A.
K.H. Yusuf Supendi, Lc.
Hj. Yoyoh Yusroh
M. Anis Matta, Lc.
Ahmad Zainuddin, Lc.
Dra. Zirlirosa Jamil
Syamsul Balda, S.E., M.M.
Habib Aboe Bakar Al-Habsyi
Sunmanjaya Rukmandis, S.H.
Ahmad Heriawan, Lc.
Drs. Erlangga Masdiana, M.Si.
Didik Akhmadi, Ak. Mcom.
K.H. Abdur Roqib, Lc.
H. Abdullah Said Baharmus, Lc.
Ahmad Hatta, M.A., Ph.D.
Makmur Hasanuddin, M.A.
Dra. Siti Zainab
|
|